MUSIM GUGUR DAN IMPIAN MASA LALU
Ini
bukan tentang siapa-siapa yang mendapat dan memiliki nilai bagus,tetapi semua
ini tentang pengetauhan yang kau peroleh selama ini. Ini bukan tentang
kebanggan atas poin A ini tentang ilmu yang kau dapat dan engkau gunakan
dan amalkan.
Banyak orang
yang hanya memperioritaskan kebanggan atas nilai tinggi dan melepukan
pengetahuan dan ilmu. Mereka mengejar-ngejar kebanggan dengan cara yang hina.
Kebanggan berbalut hina adalah kata yang tepat untuk menggambarkan mereka.
Kongkalingkong nilai,mengakali guru ,dan hal hina lainya. Entah bagaimana
kedepanya orang orang seperti mereka. Tentang nilai A,nilai tinggi,dan poin
poin besar menurutku semua itu hanya omong kosong-sekosongnya.
Setidaknya
aku berkeinginan tidak berbuat seperti apa yang mereka perbuat, kehinanaan dan
omong kosong.Bagiku lebih baik nilai pas-pasan lebih baik 100% dari pada nilai tinggi
yang diperoleh dari kehinaan.
Daun-daun
berguguran bersamaan dengan angin hembusan angin musim gugur dan rustle daun maple. Kali ini kota oxford lebih coklat dari pada biasanya. Aku termenung
sendirian di taman kota sesaat pulang dari kampus untuk menikmati kota oxford
saat puncak musim gugur.
Angin
musim gugur mengingatkanku pada kampung halaman dan perjuanganku untuk
mendapatkan schoolarshipku ini. Zaman SMA adalah hal yang paling kuat aku
ingat,SMAN 1 Turen adalah wadah aku meneruskan rakitan impianku yang kubangun
impian ini sejak aku duduk dikelas 3 SMP. Di SMA inilah tempatku menuntut
ilmu,berbagi cerita,dan mendapat bebrgai
pengalaman berharga yang membuatku semangat untuk menggapai semua impianku.
Ingatanku tak jauh juga kepada tempat tinggalku,tempat aku tumbuh dan di
besarkan oleh kedua orang tuaku, tempat aku berkumpul bersama sama kedua
kakak-kakaku,tempat dimana aku berlindung dari semua masalah dunia. Kecamatan
turen adalah dimana letak tempat tinggalku berada tepatnya dusun kedok yang kecil mungil nan asri. Tempat dimana aku
berani bermimpi dan mengejar cita citaku terus berusuha untuk menggapai semua
apa yang aku inginkan.
“hey
good afternoon may i ask you something?” sekejap lamunanku terbuyarkan oleh
pertanyaan itu. Aku melihat sesosok gadis dengan sweater hitam dan kerpus merah
melekat di tubuhnya. Aku berani berspekulasi bahwa gadis itu ras melayu
terlihat dari kulitnya yang kuning langsat dan wajah khas melayu yang sangat familiar bagiku mengingat aku juga
berasal ras melayu. Dengan senyumnya ia menyakan sebuah alamat padaku,sebuah
alamat yang sangat kukenal bagiku dan sangat kebetulan alamat itu adalah alamat
apartemen dimana aku tinggal. Tetapi aku lebih memilih meberinya intruksi dari
pada mengantarnya ketempat yang ia tuju. Karena aku masih ingin menikmati kota
oxford di saat puncak musim gugur. karena kota oxford lebih melankolis disaat
daun daun coklat berguguran dan membuat taman kota lebih coklat.
Dirasa
cukup jelas sigadis pun mengucapkan terimakasih padaku dengan memberikan sebuah
senyuman yang manis saat tersenyumpun matanya iku tersenyum sipit. Lalu ia
pergi menuju tempat yang telah aku intruksikan aku hanya memandangi ia dari belakang
kurasa ia cukup tinggi untuk ukuran ras melayu. menurutku ia tidak lebih tinggi
3cm dariku. Tas punggung merah yang mencolok membuatku lebih mudah mengenalnya
di kejauhan yang kebetulan jalanan tidak begitu ramai kala sore itu.
Langitpun
mulai memerah kebiru-biruan bagaikan sebuah kode yang tertujukan kepadaku untuk
melihat jam tangan tak terasa sudah 1 jam aku termenung di taman kota oxford
ini. Aku pun berkeputusan untuk segera pulang keapartemenku. Angin berhembus
bersamaan langkahku menuju apartemenku sore itu begitu melankolis dengan dedaun
coklat tertiup angin suhupun mulai menurun akupun mempercepat langkah kakiku.
bersambung........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar