ANTARA SEDIH DAN MARAH
Kring-kring ......
Alarm handphone sandy telah
berbunyi yang menandakan 5.30. Pagi ini
adalah pagi pertama sandy bangun pagi setelah beberapa minggu terakhir sandy
tidak pernah bangun pagi karena kebiasaan Sandy begadang. Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu
oleh sandy karena hari ini sandy kembalih masuk sekolah setelah 2 minggu ia
libur semester. Sandy sangat bersemangat untuk memulai pagi ini karena ia
merasa sangat rindu dengan teman sekolahnya setelah beberapa hari tidak
bertemu.
Sandy adalah pria berbadan
tinggi,sedikit gemuk,putih berambut keren,dan berkumis tipis. Dari fisiknya
udah pas-pasan tapi kalo dari sifatnya emmm.... Males atau jarang mandi sore,konyol,dan
jorok itu sifat jeleknya Sandi. Namun selain itu sandy orangnya baik,gak sombomg,ramah,dan care. Mungkin hal itu yang membuat
sandy banyak temannya. Oh ya Sandy adalah cowok yg suka olah raga,main catur
atau gitar,dan nongkrong bareng temen-temennya.
Tttttteeeeeeettttt
Bel telah berdering menandakan waktu pelajaran telah dimulai. Sebelum
ke kelasnya Sandy terlebih dahulu melihat pengumuman yang telah terpasang
dimading sekolah karena setiap semester,disekolahan sandy kelasnya selalu
diacak. Benar saja sandy telah dipindah dari kelas XII-IPA1 ke kelasXII-IPA3. Karena
terlalu lama melihat pengumuman sandy menjadi terlambat masuk kelas,saat ia
tiba dikelas ia melihat semua bangku dikelas telah terisi semua hanya ada satu
bangku yang kosong disamping perempuan berparas manis. Pertamanya sih ia malu
untuk duduk disamping perempuan itu tapi karena keadaan mau gak mau ia harus
duduk disamping perempuan ini.
Perempuan berparas manis ini
namanya adalah Shani. Cewek berparas putih,manis,berambut panjang namun sedikit
pendek tapi bolehlah untuk dijadikan pacar. Kalo dari sifatnya Shani adalah
perempuan yang cerdas,baik,selalu menuntut kesempurnaan meskipun terlihat
sedikit sombong,judes,dan galak. Hobi perempuan ini adalah belajar,menulis,dan
mikir pokoknya hobi-hobi perempuan karir deh.
Jam pertama pelajaran di kelas
sandy ternyata jam kosong dan ia masih canggung untuk memulai pembicaraan
dengan Shani karena Sandy sering di campakan oleh permpuan maklum paras Sandy
kan pas-pasan. Oleh karena itu untuk mengisi waktu luang sandy bermain UNO dibelakang kelas dengan teman
laki-lakinya. Sedangkan Shani memilih menghabiskan waktu dengan bercengkrama
didepan kelas bersama teman perempuannya.
Waktu jam pelajaran Matematika
pak Sem sebagai guru mengkelompokan sandy dengan shani untuk merpersentasikan
pelajaran Matematika kebetulan waktu itu materinya tereoma sisa. Shani yang bisa dibilang lebih pintar dari sandy santai-santai
saja karena Shani sudah mengusai materi tersebut sedangkan Sandy yang belum
mengerti apa pun tentang materi teorema sisa mau tak mau harus belajar pada Shani
hal itu merupakan hal pertama Sandy mengajak Shani berbicara.
Setelah beberapa hari kemudian Shani
dan Sandy mulai akrab meskipun terkadang cara bicara Sandy sulit dimengerti
oleh Shani.Namun hal itu yang membuat Shani tertawa dan tersenyum saat ia
sedih. Mereka juga tak jarang berantem karena sifat Shani yang judes dan sifat
Sandi yang konyol tetapi mereka berdua saling mengisi. Shani dan Sandy
ibaratkan dua sisi mata uang yang saling melengkapi,jika salah satu mereka tak
ada pasti juga salah satu dari mereka seperti kehilangan separuh jiwanya.
Detik demi detik terus berlalu
hari demi hari terus berganti Sandy dan Shani ternyata semakin akrab sampai
pada suatu waktu sandy merasakan hal yang berbeda saat dekat dengan shani dan
shani pun juga merasa rindu saat Sandy tak menemani hari-harinya. Namun hal itu
hanya mereka simpan dihati masing-masing karena mereka berdua tidak mau sampai
sekolahnya terganggu oleh hal tersebut. Mereka tetap berpegang teguh pada
prinsip mereka masing-masing yang tidak akan mengganggu untuk sekolah mereka
dengan hal-hal seperti pacaran.
Hal itu membuat Sandy setiap hari
terus berusaha untuk melupakan segala perasaannya terhap Shani dan hanya
menganggap Shani sebagai teman sebangku. Shani juga demikian ia sedikit menjauh
dari Sandy karena ke akraban mereka yang terlalu dekat sehingga banyak dari
teman Shani beranggapan mereka memiliki hubungan khusus. Namun perasaan mereka
berdua sulit tuk dihilangkan dan Shani pun kembali mendekat pada Sandy bahkan
sampai nilai sekolah Shani sedikit demi sedikit turun dan akhirnya anjlok.
Menyadari bahwa nilai Shani turun
karena keakraban Sandy. Sandy memilih tukar bangku dengan temanya namun hal itu
bukan berarti Sandy benci pada Shani melainkan Sandy ingin Shani kembali fokus
pada sekolahnya. Keputusan Sandi tersebut membuat Shani bertanya-tanya apakah Sandy
pindah bangku karena ia memiliki salah pada sandy atau mungkin Sandy sekarang
bukan Sandy yang dulu. Bahkan sampai mau kelulusan Sandy jarang menyapa Shani. Ia
hanya bicara untuk hal yang penting dan Sandy juga tidak perna mengkontak shany
baik sms,telepon maupun di jejaring sosial.
Hal itu pun berhasil
mengembalikan nilai sekolah Shani seperti dulu lagi meskipun dengan konsekuen
Shani mulai sedikit benci dengan Sandy namun Sandy tidak peduli yang ia
pikirkan hanya bagaimana membuat masa depan Shani cerah.
Tiba saatnya Sandy,Shani dan
teman seangkatannya menghadapi ujian nasional. Selama tiga hari itu keduanya
bersungguh-sungguh dalam belajar dan akhirnya ujian tersebut terlewati. Setelah
ujian tersebut selesai Sandy mulai mencoba mendekati Shani kembali namun Shani
yang mulai sedikit benci pada Sandy cuek terhadap apa yang dilakukan Sandy
kepada dirinya. Hal itu tidak mematahkan semangat Sandy untuk terus mencoba
mendekati Shani.
Cccccrrrroooottttt
Suara pilok yang disemprotkan
pada seragam menandakan pengumuman kelulusan. Sandy selalu berharap bahwa apa
yang telah dilakukannya terhadap Shani membuahkan hasil. Harapan sandy pun
terkabul,Shani berhasil masuk dalam lima besar lulusan terbaik meskipun nilai
kelulusan Sandy tidak bagus-bagus amat terbilang standart.”selamat ya kamu
berhasil menjadi lima lulusan terbaik”ucap Sandy pada Shani “sama-sama”balasan
shany dengan nada-nada cuek.
Setelah kelulusan tersebut Sandy
tiap hari mengkontak Shani meskipun tiap hari itu juga Shany tidak pernah
membalasnya. Hal tersebut membuat Shani bingung dengan apa yang dilakukan oleh
Sandy. Dalam hati kecil Shani ia terus bertanya sebenarnya apa yang dipikirkan
oleh Sandy apa Sandy hanya ingin mempermainkan perasaannya atau Sandy
sebenarnya merasakan apa yang ia rasakan.
Seminggu kemudian Sandy mendengar
kabar bahwa Shani telah diterima di salah satu universitas terkenal. Dan keesokan
harinya Sandy datang menemui Shani dirumahnya hanya untuk mengucapan selamat
atas keberhasilan yang diraih Shani. Namun lagi-lagi Shani menjawab dengan
cuek,setelah beberapa menit mereka hanya terdiam didepan rumah Shani. Sandy pun
tiba-tiba mengatakan sesuatu yang sulit dijawab oleh Shany.”besok ada waktu
kosong gak?kalo ada kita jalan yuk,mau kan?”tanya Sandy dengan nada lembut.
Pertanyaan Sandy membuat Shany binggung dan membuat Shani sulit menjawab.”b..o..l.e..h”jawab
Shani dengan terbata-bata ”besok aku jemput jam 2 siang”ucap Sandy setelah ia
berpamitan.
Hari itu pun tiba,Sandy yang
biasanya tampannya pas-pasan. Namun saat ia menjemput Shany dia terlihat keren.
Dengan kaos dan celana casualnya ditambah aksesoris jam Sandy terlihat keren
abis. Hal itu membuat Shani menjadi terpana,eits... Shani juga gak kalah keren
kok dengan kaos dan celana ketatnya
dengan warna kalem ia terlihat seksi.
Agenda pertama mereka jalan kali
ini adalah nonton. Film yang dipilih mereka adalah film romantis,bahkan samapi
membuat Shani menangis karena terharu. Setelah membuat Shani menangis Sandy
mengajak Shani jalan-jalan ditaman. Dengan bunga-bunga dan sinar matahari yang
mulai tengelam cukup membua Shany senang. Dan agenda terakhir adalah
makan,sandy mengajak Shani makan
dipinggir jalan. Bukan berarti sandy orangnya pelit atau lagi bokek namun ia
hanya ingin mengetahui reaksi Shani saja saat diajak makan dipinggir jalan.
Namun bukanya membuat Shany bete hal itu malah bikin Shany bahagi. Setelah
itu,Sandy mengantar Shahi pulang. Tepat didepan rumah Shani saat Sandy telah
berpamitan,Shani memberikan hal yg
mungkin tak akan bisa dilupakan oleh Sandy.”Makasih yah atas apa yg kamu
berikan hari ini”ucap Shani dengan nada senang “sama-sama”balas Sandy.lalu tanpa
berkata apa-apa lagi Shani langsung mencium kening Sandy dan langsung masuk
kerumah.
Setelah beberapa hari berlalu dan
hubungan Shani dengan Sandy semakin dekat. Akhirnya tiba waktunya Shani masuk
kuliah. Hari ini adalah hari pertama Shani masuk kuliah. Selain karena hari
pertamanya Shani masuk kuliah hal yang bikin bahagia lainnya adalah karena
dihari pertamanya masuk kulia,Shani diantar-jemput oleh Sandy.saat pulang Sandy
mengajak Shani mampir ketempat yg disukainya. Mereka duduk berdua ditemani
mocca ditambah camilan sambil menatap langit yg cerah. Tiba-tiba Sandy bertanya
hal yg aneh “kamu milih apa antara marah dan sedih?”tanya Sandy “milih
marah,soalnya kalo marah lebih cepet hilanganya dari pada sedih. Emang kenapa
kamu tanya itu?”balas Shani.”gak apa-apa kok udah sore nih ayo pulang”ucap Sandy
sambil tersenyum.
Tiga hari kemudian Shani mulai
resah karena ia mulai kehilangan kontak dengan Sandy. Benar saja setelah ia
mencari informasi ternyata Sandy kuliah diluar negeri. Hal itu membuat Shany
sedih karena ia berangkat tanpa berpamitan. Setiap hari Shani selalu memikirkan
Sandy selain itu ia juga coba selalu mengontak Sandy namun hasilnya nihil.
Setelah tiga tahun ia selalu coba
mengontak Sandy namun tidak pernah ada balasan. Akhirnya ia mendapatkan berita
gembira,Shani mendapat undangan reuni SMA. Dalam hati kecilnya ia berharap Sandy
datang direuni itu dan berharap bertemu dengan dia. Keesokan harinya tepat
pukul 10.00 Shani berangkat kesebuah gedung serba guna didekat sekolah SMAnya
dulu untuk menghadiri reuni. Setelah turun dari mobil Shani langsung disambut
oleh sahabat dekatnya semasa SMA. Didepan gedung itu ia berharap bahwa Sandy
ada didalam. Saat Shani ada didalam gedung itu ia melihat setiap sudut ruangan.
Shani berharap dalam acara ini ia dapat bertemu Sandy. Shani melihat seorang
pria dari kejauhan dan terus memandanginya. Saat melihat dari dekat ia yakin
bahwa pria itu adalah Sandy ia pun lansung memegang pundaknya dan menyapanya.”Sandy
yah?”ucap Shani sambil memegang pundaknya.”iya”balas Sandy.tanpa berpikir
panjang ia lansung menarik Sandy “gue pinjam dulu yah Sandynya”ucapnya pada
teman” Sandy.Shani mengajak Sandy kepojok ruangan tempat berlangsunnya acara
tersebut.”Kemana aja kamu selama ini”tanya Shani “maaf kemarin aku gak pamitan
sama kamu saat mau berangkat kuliah keluar negri”jawab Sandy. Tanpa basa-basi Shani
mengunkapaan seluruh isi hatinya”kamu tau gak?selama kamu pergi aku selalu cari
kamu”bentak Shani “maaf”ucap Sandy.” Semudah itu kamu minta maaf?sebenernya apa
yang kamu mau? datang dan pergi dihidup aku dengan semudah itu,apa kamu hanya
mainin perasaanku aja”tanya Shani dengan nada marah “oke,aku akan jelasin semua
tapi bukan disini tapi besok jam 7 malam direstoran biasa”balas Sandy dan lekas
pergi meninggalkan Shani.
Setelah mendapat kepastian kapan
Sandy akan menjelasankan perasaanya,Shani kembali enjoy menikmati acra tersebut
dengan teman-temannya. Akhirnya hari yang ditunggu Shani tiba,saat jam
menunjukan pukul 6 sore.Shani dengan memakai gaun untuk dinner berangkat dari
rumahnya menuju restoran tempat yang ia tentukan dengan Sandy. Saat ia tiba
ditempat itu ternyata Sandy telah menunggu dengan makanan dan minuman kesukaan
Shani.”Udah dari tadi”tanya Shani “lumayan sih”jawab Sandy. Ditempat romantis
dan suasana hening disertai lilin” setelah mereka dinner sandy menjelaskan semuanya.”Kamu
yakin gak akan marah dengan apa yg akan aku ucapin?”tanya Sandy “aku akan coba
menrima apa yg akan kamu katakan”balas Shani.”Sebenernya aku rasain apa yang
kamu rasain,aku gak pernah bermaksud mempermainkan kamu. Aku pergi keluar negri
itu supaya kamu bisa lupain aku. Karena aku udah dijodohin oleh orang tuaku
oleh sebab itu aku gak pernah ungkapin perasaanku ke kamu”ucap Sandy dengan
nada lembut “tapi kamukan bisa menolak?”tanya Shani “maaf,aku gak mau menjadi
anak durhaka”balas Sandy. Shani pun langsung memeluk Sandy tanpa berkata apa
pun dan meneteskan air mata. Untuk menenangkan perasaan Shany Sandy pun
mendekap erat tubuh Shani.
Hari demi hari bulan demi bulan
telah terlewati,setelah kisahnya dengan Sandy berakhir Shani kembali fokus kependidikannya
tanpa terbesit pikiran untuk mencari pengganti Sandy. Akhirnya Shanimendapat
gelar sarjana Sh yang selama ini ditempuhnya. Tidak lama setelah Shani lulus
kuliah ia memutuskan untuk menikah dengan pria yang ia kenal selama kuliah
dulu.Hari pernikahan pun tiba,setelah Shani mendapatkan bagaimana rasanya patah
hati akhirnya ia kini mendapatkan bagaimana rasanya dicintai. Dihari
pernikahannya ia mendapatkan berbagai hadiah namun dari hadiah yang
didapatkanya ada satu hadiah yang membuatnya menangis. Sebuah amplop putih
tanpa tetesan tinta diatasnya yang berisikan kertas putih penuh dengan goresan bulpoint.
Hadiah
itu berasal dari seseorang yang sangat ia kenal. seseorang dari masa lalu Shani
yang dulu telah mebuat kehidupan Shani kelam dalam abu-abunya.Tapi ia tak
melihat sang penulis surat menghadiri pesta pernikahannya
Shan selamat menikah selamat menempuh hidup baru semoga lu bisa menjadi
isteri yang super dalam menjalani bahtera rumah tangga yang lu arungi bersama suami lu
menjalani kehidupan rumah tangga yang hangat dan menyenangkan bersama anak anak
yang lu cintai.
sori gua mungkin gak bisa hadir ke pesta pernikahaanlu
ada hal yang gua omongin selama ini sebelumnya gua minta maaf karena gua telah bohong
sama lu shan gua sebenernya ke luar negeri bukan untuk meneruskan study tapi
gua berobat karena gua di vonis kanker paru paru dan dokter menyatakan hidup gua
gak akan lama lagi gak bisa bertahan lebih dari 8 tahun dan itu alasan gua bohong lagi ke
lu shan gua sebenernya gak di jodohin ama orang tua gua. gua hanya enggak ingin lu sedih
shan gua minta maaf
gua pesen sama lu. lu harus bisa menjadi isteri yang baik setia menemai sumai lu saat ini saat suka maupun duka dan menjadi ibu yang super agar anak anak lu menjadi seperti shani yang gua kenal gua berharap bisa melihat anak anak lu mungkin senyumanmu menurun ke anak anak lu senyuman yang disertai mata yang tersenyum.
mungkin saat lu baca surat ini gua udah pergi selama-lamanya gua harap
lu harus bisa lebih baik dari hal apapun
Sandy ari fernanda
Tak terasa pipi Shani mulai
basah saat ia telah menyelesaikan membaca surat dari Sandy tetapi disertai senyum simpul yang manis
karena Shani akan memenuhi permintaan dari Sandy untuk menjadi Ibu yang baik
bagi buah hatinya. Dan Shani pun mulai mengerti apa yang dimaksud Sandy saat ia
membandingkan marah atau sedih beberapa tahun lalu.
Rivan mai F merupakan temen gua mulai SMP dan saat gua kelas XI SMA gua satu kelas ama dia. Rivan mai F akrab gua pangil Ripin cowok ini hobi maen futsal. Gua gak tau kenapa cowok ini skarang suka nulisyang mau kenal ama penulis lebih deket bisa follow akun twitternya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar